ULANG TAHUN ATAU TAHUN YANG BERULANG

Dikala senja menyapa tak sadar bahwa ternyata hari sudah beranjak petang, di saat itulah aku tersadar bahwa umurku sudah beranjak dewasa. Hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa satu tahun sudah aku meninggalkan masa remaja menuju sebuah gerbang yang dinamakan dewasa. Banyak cerita yang sudah lama aku simpan, dan ternyata tak terasa sudah satu tahun aku meninggalkan pesantren ku tercinta,berawal dari pesantren ku inilah pelajaran kehidupan menuju proses dewasa di mulai. Aku mulai masuk pesantren pada tahun 2005 dan waktu itu aku masih berusia 15 tahun, Ku tak tahu sebenarnya apa tujuan ku namun yang ku tahu ku harus patuh dan taat pada kedua orangtuaku mereka sangat menginginkan aku masuk pesantren, namun ku sendiri juga ingin masuk pesanteren namun pesantren yang mengkaji kitab kuning, di jawa pesantren di bagi menjadi dua ada pesantren Al-Quran dan pesantren Kitab.

Nah disinilah terjadi tukar pendapat namun kedua orangtuaku menyuruhku untuk masuk pesantren Al-Quran sebab kedua orangtuaku berpendapat kalau aku masuk pesantren Al-quran dulu baru masuk pesantren Al-Kitab itu lebih mudah sebab Al-Quran itu susah di hafalkan kalau usia sudah tua, dan banyak lagi saran dari para kiyai di beberapa pesantren tempat aku mengaji.

Ketika aku mulai pertama kali mengahfalakan Al-quran serasa tiada bosan-bosannya setiap hari menghafal dan mentakrir hafalan ku, sampai teman-teman sekolahku bilang kamu ngapain tiyap hari mengrutu sendiri kedengarannya bukan kayak nyanyian,,” temenku bilang loh kamu ngafalin al-Quran ya” hehee….sambil tertawa aku bilang iya, di tengah perjalanan aku mengahafal aku turun semangath karena sekolah ku sudah hampir selesai namun hafalan ku kunjung belum selesai, padahal aku di pesenin sama ayah dan ibuku 3 tahun bisa ngak selesai,,a,aku sudah janji pada mereka kalu akau harus bisa selesai tepat 3 tahun dan tidak lebih.

Hal ini sangatlah luar biasa di pesantren ku rata-rata anak sekolah yang sambil menghafal itu kira-kira hampir 5-6 Tahun baru selesai, namun aku hampir tak sempat  menyelesaikannya dalam 3 tahun.

Dan ketika aku patah semangath pak kiyai bertanya kepada ku ada apa dengan dirimu  kok kelihatannya kamu sedih, ada masalah nak ?.”pak yai bertanya” , aku bingung mau ku critakan nanti takut ngak enag akhirnya pak yai tiba-tiba dawuh begini le”حيثما تستقم يقدر لك الله نجاح

Yang artinya: “Dimana saja kamu berada Jika kamu tetap tegar dan Istiqomah Maka Keberhasilan Yang akan kamu dapatkan”

Pak yai juga bercerita tentang seorang ulama’ besar negeri padang pasir, beliau pernah berguru pada sayyid maliki di makkatul mukarramah. Namanya ibnu Hajar Al_asqolani, Ibnu Hajar Al Asqalani, beliau semula adalah seorang santri yang bodoh. Beliau belajar kepada kyainya sampai beberapa tahun, namun ia belum juga bisa membaca dan menulis, hingga akhirnya diapun berputus asa. Ia pun mohon diri kepada kyainya supaya diperbolehkan pulang. Dengan berat hati sang kyai memperbolehkan Ibnu Hajar pulang, tapi beliau berpesan supaya jangan berhenti belajar sesampainya di rumah.

Akhirnya Ibnu Hajar pulang ke-rumahnya. Di tengah perjalanan, hujan turun dengan lebat, ia terpaksa berteduh dalam sebuah gua. Oleh karena hujan tak kunjung reda, ia pun memutuskan masuk lebih dalam ke gua sehingga dapat duduk-duduk di dalamnya. Pada saat itulah terdengar suara gemericik. Oleh karena penasaran, ia mendatangi sumber suara tersebut.

Ternyata sumber suara itu berasal dari gemericik air yang menetes pada sebongkah batu yang sangat besar. Batu besar itu berlubang karena telah bertahun-tahun terkena tetesan air. Melihat batu yang berlubang tersebut, akhirnya Ibnu Hajar merenung. Ia berpikir, batu yang besar dan keras ini lama-lama berlubang hanya karena tetesan air ini. Kenapa aku kalah dengan batu? Padahal akal dan pikiranku tidak sekeras batu, berarti aku kurang lama belajar.

Setelah berpikiran demikian akhirnya Ibnu Hajar tidak jadi pulang, ia memutuskan untuk kembali ke pondok. Semangatnya kembali tumbuh untuk belajar kepada kyainya. Akhirnya, Ibnu Hajar kembali ke pondok, ia ingin belajar lebih lama dan lebih tekun. Di pondok ia belajar dengan tekun dan rajin serta tidak mengenal putus asa. Usaha tersebut tidak sia-sia. Ia menjadi orang alim, bahkan dapat mengarang beberapa kitab. Dari asal mula cerita batu di dalam gua, inilah kemudian beliau diberi nama Ibnu Hajar (Anak Batu).

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran”

Setelah aku mendengar pak yai Bercerita dan memberikan motivasi pada ku aku jadi bersemangath dan bertekat aku harus selesai sekolah selesai al_Quran juga harus selesai setelah itu hari demi hari ujian berat pun telah selesai, maka akhirnya tepat pada ulang tahun ku yang ke-19 aku pertamakali merasakan wisuda Khotmil quran, betapa bahagianya kedua Orangtuaku yang melihat keberhasilan ku menyelesaikan Al-Quran dalam tempo 3 tahun yang disertai selesai juga Sekolah ku dan di tahun-tahun berikutnya saya mendapatkan keberkahan yang banyak dari Al-quran yang aku hafalkan diantaranya aku pertamakali bisa dating ke kota metropolitan ini waw, ini sungguh anugerah Allah aku bisa bertemu Orang-orang besar di Indonesia dan yang paling hebat aku bisa bertemu dan bermusofahah dengan Pakar ahli tafsir Indonesia Prof.Dr.M.Quraisyihab,ini sungguh luar biasa dan akhirnya aku memutuskan untuk mendalami ilmu kajian keislaman di Jakarta di Institut PTIQ  Jakarta.

Dan akhirnya di tahun ini berulang kembali, dan tak terasa di ulang tahun ku yang ke-22 ini aku banyak mendapatkan keberkahan bisa kuliyah di PTIQ, dan masih mendapatkan keberkahan al_Quran. Dan semoga di tahun-tahun berikutnya semakin berulang sebuah kesuksesan yang akan melahirkan sebuah pencapaian karena sesungguhnya mimpi adalah sebuah harapan dan penuh dengan tantangan dan misteri..sekian .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s