ARTI SEBUAH KESYUKURAN

Sebuah realita jika kita beranggapan bahwa rasa syukur kita sudah tentu cukup untuk memberikan pujian kepada sang pencipta jagada raya Allah SWT, namun tidak demikian adanya rasa syukur dalam jiwa manusia haruslah mempunyai makna yang mendalam, yang akan berimbas pada prilaku sehari-hari dan kekuatan iman, rasa khauf dan raja’ yang tinggi pada Allah, namun jika seseorang belum sampai pada tahapan tersebut maka boleh kita katakan seseorang tersebut kurang bersyukur, sebab rasa syukur itu diatunjukkan dengan prilaku dan di ucapkan dengan lisan, seperti sabda Nabi :

الئيمان هو اقرار بلسان وعمل ب الأركان:

“Artinya: iman adalah pengakuan atau ikrar dalam perkataan dan dilakukan dengan perbuatan”   

Jadi jelas yang dimaksud dari pada hadis di atas adalah bahwa rasa syukur seseorang belum mencapai puncaknya jika dia belum bisa  berikrar dengan lisan “AL-HAMDULILLAH” dan dilakukan dengan perbuatan dengan cara beribadah dengan baik kepada Allah.

Hakikat ke-syukuran itu sendiri adalah bagaimana agar seseorang tersebut berada pada posisi tertinggi sebagaimana air hujan itu turun dari langit, dan tak mungkin kita temukan air hujan itu akan turun dari bawah karena hal tersebut merupakan sunnatullah yang sudah diatur sedemikan rupa oleh sang maha pencipta, itulah hakikat sebuah kesyukuran yakni menempatkan posisi manusia pada derajat tertinggi. Namun perlu kita ketahui jika seseorang menempati suatu tempat yang tinggi maka sangatlah rawan seseorang tersebut jatuh sebab posisi seseorang tersebut jika tidak  kokoh. Pepatah mengatakan “Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angina yang menerpa” artinya bahwa manusia jika dalam posisi tertinggi juga semakin banyak dia mengalami rintangan dan jika mereka belum siap maka akan jatuh juga.

Dalam sebuah riwayat diceritakan shabat nabi yang bernama Abdullah bin Mubarak pergi dalam sebuah perjalanan ke syiria, Abdullah bin Mubarak adalah sahabat nabi yang paling di senangi oleh nabi sebab ketika dia melakukan sebuah kebaikan maka tidak ada seorang pun yang tahu ketika Abdullah bin Mubarak melakukannya, dan pada suatu malam sewaktu perjalanan ke syiria beliau bersam rombongan para sahabat yang lainnya, para sahabat yang lainnya ingin tahu apa sih kelebihan Abdullah bin Mubarak ini. Pada suatu malam Abdullah bin Mubarak menangis dengan ratapan penuh kesedihan, ketika para sahabat yang lainnya sedang tertidur pulas. Lalu salah seorang sahabat menyaksikan dalam kegelapan malam bahw Abdullah bin Mubarak  menangis lalu didatangilah Abdullah bin Mubarak, sahabat tersebut bertanya apa yang menyebabkan kamu menangis wahai Abdullah bin Mubarak..?,”Abdullah bin Mubarak menjawab “ aku menangis karena aku takut amalan amalanku di tolak oleh Allah gara” aku bermala karena berharap rasa trimaksih dari manusia bukan karena ikhlas karenanya” setelah itu sahabat tersebut berfikir inilah yang menjadikan Abdullah bin Mubarak di senangi oleh Nabi.

 Rasa syukur itu adalah buah dari pada iman, Menurut Imam Al-Ghazali rasa syukur manusia tidak lah cukup dan selamanya manusia tak akan mampu membalas segala apa yang diberikan sang maha pencipta kepada manusia. Sebab ibarat air hujan yang turun manusia tak akan pernah bisa membalas tiap tetsan air hujan untuk kembali memancar ke-atas begitulah rasa syukur kita kepada sang maha pencipta takakan pernah sanggup untuk di balas dengan apapun.\

Mungkin kiranya tulisan ini mampu untuk menjadi sebuah renungan yang mendalam tentang rasa syukur bukan rasa syukur itu di tunjukkan dengan manusia tapi sebuah kesyukuran yang hakiki adalah rasa syukur yang disertai ke-ikhlasan dalam hati demikian semoga bermanfaat wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s