SISI LAIN SETIAP PERISTIWA

Image

 

Sahabat-shabat ku yang senantiasa dalam lindungan Allah SWT, pada postingan blog saya kali ini, saya ingin mengangkat sebagian hikmah dari setiap sebuah peristiwa yang terjadi di sekitar kita yang setiap hari kita alami bersama. Setiap kejadian yang kita alami tidak ada yang seedikitpun sia-sia. Semua peristiwa tersebut pasti mengandung ribuan makna jika kita mau mengamatinya dengan teliti, dengan fikiran yang jernih, dan ketenangan jiwa, sebagian contoh kecil itu mungkin ketika kita mendapat musibah misalnya kecelakaan,atau kehilangan sesuatu pada dasarnya jika kita mau meneliti lebih dalam maka kita akan menemukan sebuah hikmah dari setiap kejadian tersebut.

Kebanyakan dari kita banyak yang menyalahkan akibat perbuatan orang lain namun tanpa disadari padahal diri kitalah yang sebenarnya yang harus bermuhasabah diri. Orang yang cerdas lagi kreatif dapat mengubah kerugian menjadi keuntungan. Sedang orang yang bodoh akan membuat suatu musibah yang menimpa diri menjadi dua musibah, ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga pula.” Rasulullah SAW diusir dari Makkah. Ternyata di Madinah, beliau dapat mendirikan sebuah negeri yang memenuhi lembaran sejarah keberhasilan dan kecemerlangannya. Sebagian contoh daripada keberhasilan para tokoh besar dalam dunia islam adalah Ahmad bin Hambal dipenjara dan dihukum cambuk, setelah itu jadilah ia pemimpin ulama sunnah. Ibnu Taimiyah dipenjara, namun setelah keluar dari tahanannya ia menjadi seorang ulama. Al-Sarkhasi disekap di dasar sumur yang tidak dipakai lagi. Di sanalah ia dapat menulis dua puluh jilid buku dalam ilmu fiqih. Ibnu Atsir menghabiskan masa pensiunnya menulis Kitab Jam’ul Ushul dan An-Nihayah yang keduanya merupakan kitab Hadits yang paling terkenal dan paling bermanfaat. Ibnul Jauzi diasingkan dari Baghdad, ia pun memanfaatkan waktu itu dengan menulis tajwid tentang Qiroat Sab’ah. Malik bin Raib terserang demam yang membawa kepada kematiannya, maka dalam masa sakitnya itu ia menggubah qasidahnya yang indah lagi terkenal di kalangan semua orang, sehingga ketenaran dan keindahannya memadai diwan-diwan para penyair kondang pada masa pemerintahan Khalifah ‘Abbasiyyah. Demikian juga Abu Dzuaib Al-Hudzali (penyair jahiliyyah) ketika kelima anaknya meninggal dunia di Madinah. Ia terus meratapinya dengan menuangkan kesedihannya tersebut dalam suatu qasidah yang membuat dunia mendengarkannya penuh perhatian, banyak orang terperangah kagum akan keindahannya, dan sejarah mengacungkan jempol kepadanya.

Masih banyak lagi contoh inspiratif yang terjadi diberbagai belahan dunia ini jika kita mau mengambil ibrah. Kadangkala, Jika kita terbentur suatu musibah, kita larut dalam musibah tersebut tanpa melihat sisi cerahnya. Ibaratnya, jika kita dapati segelas minuman lemon, bubuhkanlah padanya sesendok gula. Jika kita diserang seekor ular, ambil saja kulitnya yang berharga dan buanglah yang lainnya. Atau jika disengat oleh kalajengking, ketahuilah bahwa racunnya mengandung serum yang ampuh untuk melawan racun ular berbisa. Demikianlah orang cerdas yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan yang keras agar ia dapat mengeluarkan darinya buat kita bunga mawar dan bunga melati yang indah lagi harum. Sebagaimana Firman Allah SWT :

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦)

 

Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Kerajaan Prancis sebelum masa revolusinya yang dahsyat pernah menahan dua orang penyair ulung mereka, salah seorangnya bersifat optimistis, sedang yang lain bersifat pesimistis. Keduanya mengeluarkan kepalanya masing-masing dari jendela penjara. Adapun yang bersifat optimistis, maka ia menatapkan pandangannya ke arah bintang-bintang, lalu tertawa, sedang yang pesimistis memandang ke bawah melihat tanah yang ada di jalan sebelah penjaranya, lalu menangis. Pandanglah sisi lain dari tragedi yang menimpa diri, karena sesungguhnya keburukan yang murni itu tidak ada ujudnya. Bahkan yang ada di sana adalah kebaikan, penghasilan, kemudahan, dan pahala. Tidak selamanya rasa sakit itu tidak berharga, sehingga harus dibenci. Karena kemungkinan rasa sakit itu justru akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri.

Seperti dalam ilmu Ushul FIQIH ada sebuah kaidah pengambilan hukum :

العبره بعموم الفض لابحصوص السباب

Yaitu pengambilan sebuah studi hukum penetapan sesuatu itu di tetapkan berdasarkan ke-umuman nash atau dalil bukan berdasarkan sebab (perbuatan yang menyebabkan timbulnya hukum)

Jadi pengambilan ibrah dalam sebuah masalah itu lebih di utamakan dari pada sebab yang menimpa seseorang dalam setiap kejadian, begitu juga kita dalam bersikap dalam kehidupan sehari-hari kita harus lebih banyak mengambil pelajaran atau ibrah dalam setiap kejadian karena sesungguhnya pelajaran yang paling berharga dan akan selalu kita kenang sepanjang zaman adalah pengalaman, dan seperti kata pepatah “ PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK”, sekian Wassalam,,,wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s