“KETIKA AKU SAKIT”

Dikala sore menjelang seperti biasa aku duduk di depan keybord computer tiba-tiba badan terasa berat dan menggigil kedinginan tanda badan akan segera kehilangan nikmat yang diberikan tuhan. Pada saat aku sakit aku merasakan penderitaan, ternyata orang sakit itu bukan hanya mengalami pendiritaan fisik saja akan tetapi mental, kejiwaan, serta ruhani juga ikut terpengaruh.

Karena jika penyakit datang dan kita menjadi sakit maka keadaan diri kita sedang berada dalam musibah atau penderitaan yang tidak menyenangkan. Bermacam-macam rencana atau pekerjaan terbengkalai. Banyak tugas dan kewajiban kita yang tidak dapat kita penuhi, dan bermacam-macam kegembiraan lenyap berganti dengan perasaan sakit dan keluhan. Inilah yang harus kita jaga,supaya jiwa dan ruhani kita yang lemah akan lebih memburuk dari pada keadaan fisik. Buruk tidaknya ruhani kita dapat dilihat dari sikap kita ketika kita sakit.

Menurut Drs. Ahmad Mizan, Mag ada tiga kemungkinan yang akan terjadi setelah kita berusaha berobat ke rumah sakit dan lain sebagainya yaitu: 1. Kita akan sembuh seperti sedia kala 2. Kita  akan sembuh dari sakit tetapi kita akan cacat 3. Kita akan meninggalkan dunia ini  dan kembali menghadap kepadanya.

Kedatangan kita kerumah sakit adalah sarana ikhtiar kita untuk mendapatkan pengobatan dari dokter, begitu juga dokter berikhtiar untuk mengobati kita sedangkan yang memberikan kesembuhan hanya Allah SWT.

Allah maha kuasa menyembuhkan yang sedang sakit, bagaimanapun keadaannya Firman Allah (Q.S. 26:{80} )

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (٨٠)

80.  Dan apabila Aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku,

Jika kita di beri kesembuhan setelah ber ikhtiar dan masih di beri kesempatan sembuh oleh Allah maka kita harus banyak-banyak bersyukur. Sebab allah telah mengembalikan rahmatnya kepada hambanya. Bersyukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah saja akan tetapi seperti kata Muhammad Abduh amakna bersyukur adalah menempatkan sesuatu sesuia dengan fungsinya, sesuai dengan kehendak zat yang menciptakan-Nya.

Dengan demikian bersyukur berarti menunutut kita untuk bersikap bagaimana caranya agar kita dapat memanfaatkan nikmat kesehatan yang telah dikembalikan untuk menghamba dengan sebenar-benarnya. Rasulullah SAW Bersabda:

اغتنم خمسا قبل خمس: شبابك قبل هرمك ، وصحتك قبل سقمك ، وغناءك قبل فقرك ، وفراغك قبل شغلك ، وحياتك قبل موتك

“Rebutlah lima peluang sebelum datangnya lima perkara: Manfaatkanh waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu, manfaatkanlah masa senggangmu sebelum masa sempitmu, manfaatkanlah masa kayamu sebelum masa miskinmu, manfaatkanlah masa hidupmu sebelum datang ajalmu.”

( HR. Al-Hakim,Baihaqi, Ibnu abiddunya, dan Ibnul Mubarrak )

Semakain banyak rahmat Allah yang diberikan kepada kita maka   semakin besar pula hak Allah yang harus kita syukuri. Maka dari itu kita harus banyak bermuhasabah pada diri kita sendiri, karena hakikatnya penyakit adalahcobaan dari Allah yang merupakan peringatan kepada kita terhadap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan pada massa lalu.

Oleh karena itu mari kita mencoba menengok kebelakang membaca kisah-kisah nabi seperti nabi Sulaiman AS yang bersyukur atas karunia Allah yang di berikan kepadanya dan kisah tersebut di abadikan dalam firman Allah  ( Q.S. 27 {19} )

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (١٩)

19. Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.( Q.S. 27 {19} )

Nabi sulaiman adalah sebagian contoh  teladan bagi  kita agar kita termotifasi untuk selalu mensyukuri segala nikmat Allah, yang di berikan kepada kita berupa nikmat sehat jasmani dan rohani,  yang kebanyakan manusia lupa untuk selalu mensyukuri karena tertipu dan terkesima dengan gemerlapnya dunia.

Terkadang sakit itu sembuh seperti sediakala namun ada juga yang sakit akan tetapi tidak sembuh seperti semula atau bisasa disebut cacat, artinya Allah telah sedikit mengurngi nikmat yang diberikan pada kita. Walau demikian yang terjadi akan tetapi yang terjadi merupakan takdir Allah SWT. Kita tidak pernah tahu rahasia yang tersembunyi dibalik semua cobaan Allah yang di berikan kepada kita Allah SWT Memberikan penjelasan Lewat hadis Qudsi :

عجب لامرالمؤمنين إن أمره كله خير وليس ذالك لاحد الاالمؤمنين إن أصا بته سرء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له

“Menakjubkan sekali kehidupan seorang mukmin itu, segala keadaannya menjadi kebajikan baginya tidak ada seperti itu kecuali hanyalah oarang mukmin. Yaitu apabila memperoleh kesenangan ia bersyukur maka dalam hal itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa musibah, ia sabar bertahan maka hal itu baik pula baginya. ( HR. Muslim, Baihaqi, dan Ahmad dari Shuhaib Bin Sinan )”

إذابتليت عبدي يحيبيه فصبر عو ضته منهما الجنة

Jika Aku Menguji hambaku dengan misalnya hilanganya penglihatan keduanya mata yang amat dicintainya,kemudian ia bersabar, maka aku akan mengagantinya dengan surga. ( HR. bukhari Muslim dan Ahmad dari Anas Bin Malik )

janganlah kita berfikir akan kesempatan yang telah hilang tetapi fikirkanlah kita bagaiman kita menggunakan kesempatan yang masih ada semaksimal mungkin.sesungguhnya masa depan kita terletak bagaimana cara pandang kita terhadap diri kita sekarang.

seorang muslim harus yakin bahwa kejadian apapun yang menimpa dirinya adalah pasti mengandung unsur kebaikan, sehingga ia tidak terjatuh pada keluh kesah yang tak berujung, Dengan tersenyum ia akan mengatakan kepada dirinya, bahwa Allah tentu mempumyai rencana yang lain yang baik di balik semua ini. Manusia mempunyai rencana dan Allah juga mempunyai rencana dan Allah Maha sebaik-baiknya rencana. Maka dari itu jika kita di berikan ujian berupa sakit hendaknya kita tawakkal dan selalu bersabar memohon ampunan kepada Allah karena hakikatnya orang sakit adalah di hilangkan Dosanya Oleh Allah lewat sakit jika Ia bersabar dan Bertawakkal sekian semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s