PERBEDAAN ITU RAHMAT BUKAN LAKNAT

Indonesia adalah sebagian negara yang besar, dan di dalamnya banyak terdapat macam-macam perbedaaan dari mulai perbedaan suku, ras, agama dan lain sebagainya, sebagian mereka menganut faham ajaran mereka yang mereka yakini seperti orang kristen, hindu, budha, konghucu dan islam.
Mereka selalu berkata bahwa agama masing-masing adalah mutlak sebuah kebenaran, namun sejauh mana mereka dapat menganggap bahwa agama mereka adalah yang paling benar.
Berbicara mengenai sebuah perbedaan banyak sekali dikalangan kita atau dilingkungan kita orang yang masih saja mengangap bahwa perbedaaan merupakan sebuah bom waktu yang sewaktu waktu bisa meledak dan menghancurkan semuanya, mengenai pandangan yang demikian tidaklah relefan bila kita gunakan di zaman globalisasi ini sebab sesorang pasti membutuhkan perubahan.
Perubahan di era globalisasi sangatlah pesat dan perputaran energi yang sangat tinggi membuat perubahan terus terjadi disegala bidang. Dan tentu saja perbedaan juga terjadi tanpa bisa di pungkiri, Sedemikian pula dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di negara ini membentuk sebuah perbedaan yang sangat kental terjadi. Dari deretan kasus yang terjadi kekerasan yang meng-atas namakan agama yang banyak menjadi sorotan media masa, kenapa demikian bukankah agama mengajarkan seseorang untuk berbuat kebaikan saling menghargai dan tolong menolongantar sesama. Jawabanya hanya satu mereka belum siapa untuk menerima perbedaaan.
Sebagian contoh kecil kasus-kasus kekerasan yang terjadi seperti peristiwa konflik agama yang terus berlarut dan tidak pernah terseselesaikan adalah Ahmadiyah. Bentrokan antara warga muslim dan Ahmadiyah tidak pernah selesai. Terkesan ada pembiaran yang berlarut-larut dari pemerintah. Sekedar informasi gesekan dan kekerasan terus terjadi, seperti peistiwa penyerangan warga         Ahmadiyah di Kuningan, bentrokan di Kecamatan Ciampea, kabupaten Bogor. Diluar Jawa bentrokan juga terjadi di Makassar, dan Nusa Tenggara Barat.
Terakhir, bentrokan di Kecamatan Cikeusik yang menewaskan 4 warga Ahmadiyah, Minggu (6/2). Pemerintah mengakui kesulitan mengatasi masalah Ahmadiyah. Menkopolhukan kepada wartawan menyatakan, masalah Ahmadiyah tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, karena masalah kepercayaan yang tidak mudah untuk mengubahnya. Djoko Suyanto menegaskan prioritas pemerintah adalah mencegah terjadinya kerusuhan, bentrokan antara warga muslim dan Ahmadiyah.
Meski ini tidak menyelesaikan masalah, namun sebagian masyarakat menganggap pemerintah dan negara tidak mampu mencegah terjadinya kekerasan, bahkan ada terkesan membiarkan terjadi kekerasan terhadap Ahmadiyah. Meski sudah dikeluarkan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri dan menetapkan Ahmadiyah sebagai ajaran terlarang, namun pengawasan dan pembinaan yang diamanatkan oleh keputusan tersebut urung dilaksanakan. Ahmadiyah tetap menjadi sasaran kemarahan yang memicu bentrokan dengan sebagian warga muslim.
Belum selesai masalah Ahmadiyah, Selang dua hari usai peristiwa Cikeusik, masyarakat dikejutkan lagi dengan terjadinya kerusuhan yang melanda Kota Temanggung, Selasa (8/2). Vonis 5 tahun dari hakim terhadap terdakwa kasus penistaan agama Antonius Richmon Bawengan membuat massa marah, karena menilai tuntutan lima tahun terdakwa penistaan agama terlalu ringan. Mereka yang menginginkan Antonius dituntut mati itu emosi, lalu merusak Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta, dan Gereja Katolik Santo Petrus Paulus. Selain itu, beberapa mobil dan dua truk dalmas Polri juga dirusak. Antonius (58), warga Duren Sawit, Jakarta Timur tertangkap tangan menyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama di Jalan Kyai Kemal, Kranggan, Temanggung, 23 Oktober 2010.
Perbedaan bukanlah laknat semua orang menganggap dirinyalah yang paling benar pdahal kebenaran manusia tidak bersifat absolut, kebenaran yang bersifat absolut hanya kebenaran menurut Allah SWT.
Firman Allah dalam surah Al-Baqarah:147
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ (١٤٧)

147. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu Termasuk orang-orang yang ragu.
Yang lebih parah kenapa justru agama islam yang mengalami seperti ini bukankah agama islam adalah agama yang rahmatan lil alamin yang berlandaskan sunnah dan al-Quran.
Allah berfirman dalam surah al-Baqarah: 256
لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢٥٦)

256. tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. [162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.
Allah snediri berfirman tidak ada paksaan dalam ber-agama islam. Nah kenapa orang memaksa beragama sesuai kefahman mereka padahal hakikatnya sesorang beragama mereka itu ibarat mencari jalan yang bermuara pada shiratal mustaqim yakni jalan yang diridhai oleh Allah.
Ngomong-ngomong soal agama saya jadi teringat akan pernyataan KH.Mustofa Bisri yang akrab dengan panggilan Gus Mus ketika wawancara dalam acara Kick Andy beliau ditanya Gus Bagaimana pendapat anda mengenai kekerasan atas nama agama gus…??
Beliau menjawab sembari bertanya agama itu apasih…??? Orang bicara agama jangan-jangan mereka gak faham dengan apa itu agama,dikira agama itu pukul orang, berantem, tawuran, jangan-jangan pemahaman mereka tidak sama dengan pemahaman saya.
Kata Gus Mus Orang beragama itu bertingkat-tingkat berkelas-kelas ada yang masih PAUD ada yang TK ada yang SMP ada yang SMA ada yang MAHASISWA S1, S2, S3. Jadi pemahaman mereka mengenai agama itu berbeda-beda pula kalau orang beragama masih PAUD suka marah-marah agama dikiranya suka mukul orang, yang masih di TK marah marah sama yang PAUD, agama itu seperti ini agama kuk seperti itu, ini kan hal yang sangat lucu sekali.
Seharusnya yang tingkatan lebih tinggi itu marahin pada yang masih TK, biyar tau apa sih agama itu sebenarnya. Pada maqam yang tertinggi ini dia akan mengerti bagaimanasih agama itu sebenarnya agama itu. OOOh ternyata agama itu mengajak damai saling mengerti tolong menolong dan lain sebagainya. Kick Andy betanya lagi bagaimana Gus pandangan anda tentang ahmadiyah katanya aliran ini sesat…???
Gus Mus menjawab sebenarnya ahmadiyah ini tidak sessat beliau bertanya orang Islam itu berpegang hukum pada apa sih..?? pada Al-Quran dan Hadits mereka ahmadiyah berpegang pada alquran dan hadits juga kan. Nah kalau mereka berpegang pada al-Quran dan hadits tentunya banyak kesamaan dan bisa di jelaskan mengapa berbeda kan seperti itu, dan dalam islam sendiri ada etikanya untuk tahapan-tahapan untuk berdakwah.
Seperti Firman Allah dalam surah an-Nahl 125
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (١٢٥)
125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
[845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
Dan Gus Mus menjawab kalau dengan Orang yang punya Al-Quran dan Hadits Saja kita tidak bisa berdialaog terus bagaimana dengan orang-orang yang berbeda dengan kita. Inilah penyakit bangsa kita kata Gus Mus, kita belum mampu menerima pebedaa. Kita belum siap untuk berbeda. Padahal perbedaan itu fitrah sekali.
Rasulullah SAW bersabda :
اخْتِلاَفُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ
“Peredaan umatku adalah rahmat.”

Lalu kick andy bertnya lagi pada Gus Mus faktor apa yang menyebabkan bangsa kita belum siap menerima perbedaan…??.

Gus Mus Menjawab kita ini seperti burung yang berada di dalam sangkar emas, nah pada saat burung itu di lepaskan burung tersebut mengeleppar bingung mau kemana, seperti itulah kita dan bangsa ini.  yang jadi persoalan entah sampai kapan burung tersebut mengeleppar dan kebingungan. Berbeda itu bukan sikap yang mesti dihindari. Sebab kita tak mungkin bisa menghindarkan diri dari perbedaan. Perbedaan adalah suatu kondisi yang tak harus diseragamkan. Perbedaan tercipta karena hidup adalah harmoni.

Tuhan menciptakan alam raya dengan segala keunikan perbedaan. Ia bahkan menciptakan keanekaragaman dalam satu jenis penciptaan. Banyak spesies katak. Banyak spesies burung, tanaman, bahkan ras manusia. Dia menciptakan perbedaan agar ciptaan dapat saling mengenal dan membentuk harmoni.

Perbedaan akan menjadi kearifan jika tak disikapi dengan  pertentangan dan cercaan. Sebab sikap bertentangan dan cercaan dapat memancing pertikaian. keseragaman bukanlah hasil akhir dari sebuah perbedaan. Suatu harmoni tidak mesti seragam. Coba kita saksikan sebuah pertunjukan musik orchestra. Harmoni yang mereka ciptakan, bukanlah hasil keseragaman, tapi hasil dari perbedaan. Perbedaan alat musik, perbedaan suara, perbedaan peran, perbedaan aksi, perbedaan bunyi. Mereka sanggup meng-arrange segala perbedaan menjadi harmonisasi yang indah bagi kehidupan.

Negara kita adalah negara yang begitu banyak terdapat bermacam-ragam perbedaan. Justru itulah kekayaan dan kekuatan kita dalam kesatuan Negara ini. Sungguh saya bersyukur, dalam pembelajaran dan pendewasaan bangsa ini, acara-acara debat banyak digelar. Baik di tivi, radio maupun on-air. Dan orang melihat, ketika acara selesai dua pihak seperti layaknya dua teman, saling sapa, saling tersenyum, makan bersama, saling menanyakan perihal keluarga mereka. Bersyukurlah bahwa kita manusia diciptakan berbeda, sehingga punya kesempatan untuk belajar menjadi dewasa dan mensyukuri perbedaan ini. Seharusnya kita sadar akan hal ini karena perbedaan adalah sebuah rahmat bukan laknat, Demikian tulisan ini semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s