ULANG TAHUN ATAU TAHUN YANG BERULANG

0

Dikala senja menyapa tak sadar bahwa ternyata hari sudah beranjak petang, di saat itulah aku tersadar bahwa umurku sudah beranjak dewasa. Hari berganti hari bulan berganti bulan tak terasa satu tahun sudah aku meninggalkan masa remaja menuju sebuah gerbang yang dinamakan dewasa. Banyak cerita yang sudah lama aku simpan, dan ternyata tak terasa sudah satu tahun aku meninggalkan pesantren ku tercinta,berawal dari pesantren ku inilah pelajaran kehidupan menuju proses dewasa di mulai. Aku mulai masuk pesantren pada tahun 2005 dan waktu itu aku masih berusia 15 tahun, Ku tak tahu sebenarnya apa tujuan ku namun yang ku tahu ku harus patuh dan taat pada kedua orangtuaku mereka sangat menginginkan aku masuk pesantren, namun ku sendiri juga ingin masuk pesanteren namun pesantren yang mengkaji kitab kuning, di jawa pesantren di bagi menjadi dua ada pesantren Al-Quran dan pesantren Kitab.

Nah disinilah terjadi tukar pendapat namun kedua orangtuaku menyuruhku untuk masuk pesantren Al-Quran sebab kedua orangtuaku berpendapat kalau aku masuk pesantren Al-quran dulu baru masuk pesantren Al-Kitab itu lebih mudah sebab Al-Quran itu susah di hafalkan kalau usia sudah tua, dan banyak lagi saran dari para kiyai di beberapa pesantren tempat aku mengaji.

Ketika aku mulai pertama kali mengahfalakan Al-quran serasa tiada bosan-bosannya setiap hari menghafal dan mentakrir hafalan ku, sampai teman-teman sekolahku bilang kamu ngapain tiyap hari mengrutu sendiri kedengarannya bukan kayak nyanyian,,” temenku bilang loh kamu ngafalin al-Quran ya” hehee….sambil tertawa aku bilang iya, di tengah perjalanan aku mengahafal aku turun semangath karena sekolah ku sudah hampir selesai namun hafalan ku kunjung belum selesai, padahal aku di pesenin sama ayah dan ibuku 3 tahun bisa ngak selesai,,a,aku sudah janji pada mereka kalu akau harus bisa selesai tepat 3 tahun dan tidak lebih.

Hal ini sangatlah luar biasa di pesantren ku rata-rata anak sekolah yang sambil menghafal itu kira-kira hampir 5-6 Tahun baru selesai, namun aku hampir tak sempat  menyelesaikannya dalam 3 tahun.

Dan ketika aku patah semangath pak kiyai bertanya kepada ku ada apa dengan dirimu  kok kelihatannya kamu sedih, ada masalah nak ?.”pak yai bertanya” , aku bingung mau ku critakan nanti takut ngak enag akhirnya pak yai tiba-tiba dawuh begini le”حيثما تستقم يقدر لك الله نجاح

Yang artinya: “Dimana saja kamu berada Jika kamu tetap tegar dan Istiqomah Maka Keberhasilan Yang akan kamu dapatkan”

Pak yai juga bercerita tentang seorang ulama’ besar negeri padang pasir, beliau pernah berguru pada sayyid maliki di makkatul mukarramah. Namanya ibnu Hajar Al_asqolani, Ibnu Hajar Al Asqalani, beliau semula adalah seorang santri yang bodoh. Beliau belajar kepada kyainya sampai beberapa tahun, namun ia belum juga bisa membaca dan menulis, hingga akhirnya diapun berputus asa. Ia pun mohon diri kepada kyainya supaya diperbolehkan pulang. Dengan berat hati sang kyai memperbolehkan Ibnu Hajar pulang, tapi beliau berpesan supaya jangan berhenti belajar sesampainya di rumah.

Akhirnya Ibnu Hajar pulang ke-rumahnya. Di tengah perjalanan, hujan turun dengan lebat, ia terpaksa berteduh dalam sebuah gua. Oleh karena hujan tak kunjung reda, ia pun memutuskan masuk lebih dalam ke gua sehingga dapat duduk-duduk di dalamnya. Pada saat itulah terdengar suara gemericik. Oleh karena penasaran, ia mendatangi sumber suara tersebut.

Ternyata sumber suara itu berasal dari gemericik air yang menetes pada sebongkah batu yang sangat besar. Batu besar itu berlubang karena telah bertahun-tahun terkena tetesan air. Melihat batu yang berlubang tersebut, akhirnya Ibnu Hajar merenung. Ia berpikir, batu yang besar dan keras ini lama-lama berlubang hanya karena tetesan air ini. Kenapa aku kalah dengan batu? Padahal akal dan pikiranku tidak sekeras batu, berarti aku kurang lama belajar.

Setelah berpikiran demikian akhirnya Ibnu Hajar tidak jadi pulang, ia memutuskan untuk kembali ke pondok. Semangatnya kembali tumbuh untuk belajar kepada kyainya. Akhirnya, Ibnu Hajar kembali ke pondok, ia ingin belajar lebih lama dan lebih tekun. Di pondok ia belajar dengan tekun dan rajin serta tidak mengenal putus asa. Usaha tersebut tidak sia-sia. Ia menjadi orang alim, bahkan dapat mengarang beberapa kitab. Dari asal mula cerita batu di dalam gua, inilah kemudian beliau diberi nama Ibnu Hajar (Anak Batu).

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran”

Setelah aku mendengar pak yai Bercerita dan memberikan motivasi pada ku aku jadi bersemangath dan bertekat aku harus selesai sekolah selesai al_Quran juga harus selesai setelah itu hari demi hari ujian berat pun telah selesai, maka akhirnya tepat pada ulang tahun ku yang ke-19 aku pertamakali merasakan wisuda Khotmil quran, betapa bahagianya kedua Orangtuaku yang melihat keberhasilan ku menyelesaikan Al-Quran dalam tempo 3 tahun yang disertai selesai juga Sekolah ku dan di tahun-tahun berikutnya saya mendapatkan keberkahan yang banyak dari Al-quran yang aku hafalkan diantaranya aku pertamakali bisa dating ke kota metropolitan ini waw, ini sungguh anugerah Allah aku bisa bertemu Orang-orang besar di Indonesia dan yang paling hebat aku bisa bertemu dan bermusofahah dengan Pakar ahli tafsir Indonesia Prof.Dr.M.Quraisyihab,ini sungguh luar biasa dan akhirnya aku memutuskan untuk mendalami ilmu kajian keislaman di Jakarta di Institut PTIQ  Jakarta.

Dan akhirnya di tahun ini berulang kembali, dan tak terasa di ulang tahun ku yang ke-22 ini aku banyak mendapatkan keberkahan bisa kuliyah di PTIQ, dan masih mendapatkan keberkahan al_Quran. Dan semoga di tahun-tahun berikutnya semakin berulang sebuah kesuksesan yang akan melahirkan sebuah pencapaian karena sesungguhnya mimpi adalah sebuah harapan dan penuh dengan tantangan dan misteri..sekian .

BERJUANG DARI AIB MENUJU YANG GAIB

0

ما ترك من الجهل شىئا من اراد ان يحدث في الوقت غير  ما اظهره الله فيه

“SANGATLAH DUNGU ORANG YANG MENGINGINKAN TERJADINYA SESUATU YANG TIDAK DI KEHENDAKI ALLAH PADA SUATU WAKTU”

Kita sering keliru menyikapi pengabulan setiap doa yang kita panjatkan, ini disebabkan karena kita tidak menakar kedudukan kita di sisi Alllah. Sebab terkadang kita malah mempertanyakan kedudukan Allah di sisi kita. Allah menyapa kita dengan sangat terang melalui nama terindahnya. Sayangnya kita biyasanya tidak menghiraukan sapaannya dan lebih memperhatikan permintaan kita kepadanya. Kehadirannya yang nyata terhijab oleh khayalan kita terhalang oleh angan-angan kita saja. Padahal apa yang kita inginkan senantiasa di kabulkan menurut kadarnya atau menurut ukuran kemampuan kita. Dan ukuran kadar tersebut bukan kita yang memberi ukuran namun Allah SWT, yang memberi kadar ukuran tersebut, bukan  menurut kehendak kita namun menurut kehendak Allah SWT. Berserah diri pada Allah tunduk pada semua keputusannya kata pepatah “ENGKAU TERPILIH ENGKAU TAK AKAN TERSISIH”

        احا لتك الاءعمال على وجودالفراغ من رعونات النفس

“MENUNDA BERAMAL GUNA MENANTIKAN KESEMPATAN YANG LEBIH LUANG TERMASUK TANDA KEBODOHAN DIRI

Salah satu nikmat yang paling berharga adalah waktu luang, karena itu sangatlah tidak cerdas orang yang selalu menjadikan waktu luang sebagai alasanuntuk menunda-nunda dalam beramal. Yang semestinya harus segera di kerjakan. Ini terjadi karena dominasi nafsu dalam diri manusia yang masih sangat berkuasa atas dirinya. Kesadarannya terkalahkan oleh kecenderungan untuk menuruti keinginannya, ia tidak mampu mengelola dirinya dengan baik dan tidak pandai menyikapi kondisi. Bukankah dalam hidup ini kesempatan dan kesempitan, kesenangan dan kesedihan terus berputar? Dan bukankah setiap kondisi selalu di iringi dengan ujian?

” JANGAN MALAS<<>>BILA TIDAK INGIN TERGILAS”

 

 

لاتطلب منه انيخرجك من حا لة ليستعملك فيما سواها فلوارادك لاستعملك من غير اخراج

“JANGAN ENGKAU MEMINTA KEPADA ALLAH UNTUK DIKELUARKAN DARI SATU  KONDISI GUNA DIPEKERJAKAN PADA KONDISI LAIN SEBAB, JIKA MEMANG MENGHENDAKI TENTU DIA AKAN MEMPEKERJAKANMU TANPA HARUS MENGELUARKANMU ( DARI KONDISI SEBELUMNYA )

Hidup itu pergulatan panjang. Bila kita tidak ingin lelah, sebaiknya ikuti saja iramnya kita tidak perlu mencoba beralih dari satu keadaan ruhani, ke keadaan ruhani yang lain. Karena pada  setiap episodehidup kita sebenarnya sedang diajari untuk memiliki setiap sikap ruhani yang cerdas. Kita tidak juga layak menentukan tahpan-tahapan prilau kita. Sabar, syukur, tobat, dan tawakkal senantiasa meliputi keadaan yang kita alami. Tugas kita hanyalah menjalani apa yang harus kita alami. Yakinlah bila Allah menghendaki, bisa saja engkau menjadi pribadi yang senantiasa memiliki sifat berserah, tetapi juga tetap sabar. Kata KH. MUSTOFA BISRI yang biasa akrab debgan panggilan Gus Mus “Nikmatilah jamuannya tanpa perlu menanyakan ramuannya”. Maksudnya  adalah jika kita bertamu pada rrumah seseorang dan kita di berikan makanan atau minuman kita tak perlu bertanya resep cara membuatnya karena hal tersebut sangatlah tidak etis atau bisa disebut kurang sopa. Begitu juga halnya ketika kita sedang ssi uji oleh Allah dalam keadaan apapun pasti kita akan memperoleh nikmat dan hikmahnya setelah mencobanya atau setelah kita melalui_Nya.

ما اردت همة سالك ان تقف عندما كشف لها إلا ونادته هواتف الحقيقة:الذي تطلب أمامك.ولاتبرجت ظواهرالمكونات إلاونادتك حقائقها : إنمانحن فتنة فلاتكفر

“KETIKA TEKAD SLIK HENDAK BERHENTI MANAKALA MELIHAT HAL GAIB, IA SEGERA DISERU OLEH SUARA HAKIKAT “YANG KAU TUJU MASIH DI DEPAN.”

SERTA KETIKA LAHIRLAH ALAM TERLIHAT INDAHNYA OLEHNYA MAKA HAKIKATNYA JANGAN SAMPAI ENGKAU KUFUR KARENA TERTIPU”

 Melihat sesuatu yang batin di balik sesuatu yang lahir adalah fenomena spiritual yang bisa menggelincirkan menikmati kedamaian dalam ritual pendekatan diri kepada_Nya juga bisa menjadi kepuasan yang melalaikan. Sebab, lorong kehidupan ini sangatlah panjang. Setiap penyingkapan bisa saja benar-benar merupakan anugerah darinya. Tetapi sangat mungkin merupakan godaan yang menyesatkan wajar bila banyak dari para penempuh jalan ruhani (salik) justru berhenti di tempat yang tak seharusnya. Mereka tertipu oleh banyaknya “PEMANDANGAN” menakjubkan selama berada dalam perjalanan. Yang lebih memperhatikan, di antara mereka banyak yang “MENCURI” dari lading kesadaran, buah yang berubahmenjadi makanan beracun (Q.2:102) jangan mudah terpana  agar engkau tak merana.

ARTI SEBUAH KESYUKURAN

0

Sebuah realita jika kita beranggapan bahwa rasa syukur kita sudah tentu cukup untuk memberikan pujian kepada sang pencipta jagada raya Allah SWT, namun tidak demikian adanya rasa syukur dalam jiwa manusia haruslah mempunyai makna yang mendalam, yang akan berimbas pada prilaku sehari-hari dan kekuatan iman, rasa khauf dan raja’ yang tinggi pada Allah, namun jika seseorang belum sampai pada tahapan tersebut maka boleh kita katakan seseorang tersebut kurang bersyukur, sebab rasa syukur itu diatunjukkan dengan prilaku dan di ucapkan dengan lisan, seperti sabda Nabi :

الئيمان هو اقرار بلسان وعمل ب الأركان:

“Artinya: iman adalah pengakuan atau ikrar dalam perkataan dan dilakukan dengan perbuatan”   

Jadi jelas yang dimaksud dari pada hadis di atas adalah bahwa rasa syukur seseorang belum mencapai puncaknya jika dia belum bisa  berikrar dengan lisan “AL-HAMDULILLAH” dan dilakukan dengan perbuatan dengan cara beribadah dengan baik kepada Allah.

Hakikat ke-syukuran itu sendiri adalah bagaimana agar seseorang tersebut berada pada posisi tertinggi sebagaimana air hujan itu turun dari langit, dan tak mungkin kita temukan air hujan itu akan turun dari bawah karena hal tersebut merupakan sunnatullah yang sudah diatur sedemikan rupa oleh sang maha pencipta, itulah hakikat sebuah kesyukuran yakni menempatkan posisi manusia pada derajat tertinggi. Namun perlu kita ketahui jika seseorang menempati suatu tempat yang tinggi maka sangatlah rawan seseorang tersebut jatuh sebab posisi seseorang tersebut jika tidak  kokoh. Pepatah mengatakan “Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angina yang menerpa” artinya bahwa manusia jika dalam posisi tertinggi juga semakin banyak dia mengalami rintangan dan jika mereka belum siap maka akan jatuh juga.

Dalam sebuah riwayat diceritakan shabat nabi yang bernama Abdullah bin Mubarak pergi dalam sebuah perjalanan ke syiria, Abdullah bin Mubarak adalah sahabat nabi yang paling di senangi oleh nabi sebab ketika dia melakukan sebuah kebaikan maka tidak ada seorang pun yang tahu ketika Abdullah bin Mubarak melakukannya, dan pada suatu malam sewaktu perjalanan ke syiria beliau bersam rombongan para sahabat yang lainnya, para sahabat yang lainnya ingin tahu apa sih kelebihan Abdullah bin Mubarak ini. Pada suatu malam Abdullah bin Mubarak menangis dengan ratapan penuh kesedihan, ketika para sahabat yang lainnya sedang tertidur pulas. Lalu salah seorang sahabat menyaksikan dalam kegelapan malam bahw Abdullah bin Mubarak  menangis lalu didatangilah Abdullah bin Mubarak, sahabat tersebut bertanya apa yang menyebabkan kamu menangis wahai Abdullah bin Mubarak..?,”Abdullah bin Mubarak menjawab “ aku menangis karena aku takut amalan amalanku di tolak oleh Allah gara” aku bermala karena berharap rasa trimaksih dari manusia bukan karena ikhlas karenanya” setelah itu sahabat tersebut berfikir inilah yang menjadikan Abdullah bin Mubarak di senangi oleh Nabi.

 Rasa syukur itu adalah buah dari pada iman, Menurut Imam Al-Ghazali rasa syukur manusia tidak lah cukup dan selamanya manusia tak akan mampu membalas segala apa yang diberikan sang maha pencipta kepada manusia. Sebab ibarat air hujan yang turun manusia tak akan pernah bisa membalas tiap tetsan air hujan untuk kembali memancar ke-atas begitulah rasa syukur kita kepada sang maha pencipta takakan pernah sanggup untuk di balas dengan apapun.\

Mungkin kiranya tulisan ini mampu untuk menjadi sebuah renungan yang mendalam tentang rasa syukur bukan rasa syukur itu di tunjukkan dengan manusia tapi sebuah kesyukuran yang hakiki adalah rasa syukur yang disertai ke-ikhlasan dalam hati demikian semoga bermanfaat wassalam.

ISLAM DAN TEKNOLOGI

0

Salah satu keagungan ni’mat yg dikaruniakan Allah bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah ni’mat ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan sains dan teknologi telah memberikan kemudahan-kemudahan dan kesejahteraan bagi kehidupan manusia sekaligus merupakan sarana bagi kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya krn Allah telah mengaruniakan anugerah keni’matan kepada manusia yg bersifat saling melengkapi yaitu anugerah agama dan keni’matan sains teknologi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adl sumber teknologi yg mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Adapun teknoogi adl terapan atau aplikasi dari ilmu yg dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yg lbh canggih dan dapat mendorong manusia utk berkembang lbh maju lagi. Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis utk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh adl firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 80 yg artinya:

“Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi utk kamu guna memelihara diri dalam peperanganmu.”

Dari keterangan itu jelas sekali bahwa manusia dituntut utk berbuat sesuatu dgn sarana teknologi. Sehingga tidak mengherankan jika abad ke-7 M telah banyak lahir pemikir Islam yg tangguh produktif dan inofatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepeloporan dan keunggulan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan sudah dimulai pada abad itu. Tetapi sangat disayangkan bahwa kemajuan-kemajuan itu tidak sempat ditindaklanjuti dgn sebaik-baiknya sehingga tanpa sadar umat Islam akhirnya melepaskan kepeloporannya. Lalu bangsa Barat dgn mudah mengambil dan menransfer ilmu dan teknologi yg dimiliki dunia Islam dan dgn mudah pula mereka membuat licik yaitu membelenggu para pemikir Islam sehinggu sampai saat ini bangsa Baratlah yg menjadi pelopor dan pengendali ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kaum muslimin rahimakumullah!Begitulah menurut catatan sejarah bangsa Barat berhasil mengambil khazanah ilmu pengetahuan yg telah dikembangkan lbh dahulu oleh kaum muslimin kemudian mereka mengembangkannya di atas paham materialisme tanpa mengindahkan lagi nilai-nilai Islam sehingga terjadilah perubahan total sampai akhirnya terlepas dari sendi-sendi kebenaran. Para ilmuwan Barat dari abad ke abad kian mendewa-dewakan rasionalitas bahkan telah menuhankan ilmu dan teknologi sebagai kekuatan hidupnya. Mereka menyangka bahwa dgn iptek mereka pasti bisa mencapai apa saja yg ada di bumi ini dan merasa dirinya kuasa pula menundukkan langit bahkan mengira akan dapat menundukkan segala yg ada di bumi dn langit. Sehingga tokoh-tokoh mereka merasa mempunyai hak utk memaksakan ilmu pengetahuan dan teknologinya itu kepada semua yg ada di bumi agar mereka bisa mendikte dan memberi keutusan terhadap segala permasalahan di dunia.

Sebenarnya masyarakat Barat itu patut dikasihani karena akibat kesombongannya itu, mereka lupa bahwa manusia betapapun tinggi kepandaiannya hanya bisa mengetahui kulit luar atau hal-hal yg lahiriah saja dari kehidupan semesta alam. Manusia hanya diberi ilmu pengetahuan yg sedikit dari kemahaluasan ilmu Allah. Di atas orang pintar ada lagi yg lbh pintar dan sungguh Allah SWT benci kepada orang yg hanya tahu tentang dunia tetapi bodoh tentang kebenaran yg ada di dalamnya. Allah SWT berfirman yg artinya “Celakalah bagi orang-orang kafir dgn siksa yg pedih. Mereka lbh menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalangi manusia dari jalan Allah serta menginginkan agar jalan itu bengkok.

Mereka berada dalam kesesatan yg nyata.” . Kaum muslimin rahimakumullah!Peradaban modern adl hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yg gemilang yg telah dicapai oleh manusia setelah diadakan penelitian yg tekun dan eksperimen yg mahal yg telah dilakukan selama berabad-abad. Maka sudah sepantasnya kalau kemudian manusia menggunakan penemuan-penemuannya itu guna meningkatkan taraf hidupnya. Kemajuan teknologi secara umum telah banyak dini’mati oleh masyarakat luas dgn cara yg belum pernah dirasakan bahkan oleh para raja dahulu kala. Makanan lbh ni’mat dan beraneka ragam pakaian terbuat dari bahan yg jauh lbh baik dan halus sarana-sarana transportasi dan komunikasi yg kecepatannya amat mengagumkan gedung dan rumah tempat tinggal dibangun dengn megah dan mewah. Tampaknya manusia di masa depan akan mencapai taraf kemakmuran yg lbh tinggi dan memperoleh kemudahan-kemudahan yg lbh banyak lagi.

Walaupun demikian kita juga menyaksikan betapa batin manusia zaman sekarang selalu mengerang krn sirat kerakusan manusia semakin merajalela dan perasaan saling iri di antara perorangan atau kelompok telah menyalakan api kebencian di mana-mana. Kata orang bijak di dunia sekarang ini nafsu manusia lbh besar daripada akal sahabatnya. Kebanyakan manusia di dunia kini hanya mengingat kesenangan hidupnya lupa kepada Tuhannya. Ia mengira bahwa dunia ini adl segalanya tak ada kelanjutannya dan tak ada kehidupan kecuali di dunia saja. Benar bahwa agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di zaman lampau di masa sekarang maupun di waktu-waktu yg kan datang. Demikian pula ajaran Islam ia tidak akan bertentangan dgn teori-teori pemikiran modern yg teraturdan lurus dan analisa-analisa yg teliti dan obyekitf. Dalam pandangan Islam menurut hukum asalnya segala sesuatu itu adl mubah termasuk segala apa yg disajikan oleh berbagai peradaban baik yg lama ataupun yg baru.

Semua itu sebagaimana diajarkan oleh Islam tidak ada yg hukumnya haram kecuali jika terdapat nash atau dalil yg tegas dan pasti mengherankannya. Bukanlah Alquran sendiri telah menegaskan bahwa agama Islam bukanlah agma yg sempit? Allah SWT telah berfirman yg artinya “Di sekali-kali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan.” . Adapun peradaban modern yg begitu luas memasyarakatkan produk-produk teknologi canggih seperti televisi vidio alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah lainnya serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua muda atau anak-anak yg tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yg diakibatkannya. Tetapi di atas pundak manusianyalah terletak semua tanggung jawab itu. Sebab adanya pelbagai media informasidn alat-alat canggih yg dimiliki dunia saat ini dapat berbuat apa saja kiranya faktor manusianyalah yg menentukan opersionalnya. Adakalanya menjadi manfaat yaitu manakala manusia menggunakan dgn baik dan tepat.

dapat pula mendatangkan dosa dan malapetaka manakala manusia menggunakannya utk mengumbar hawa nafsu dan kesenangan semata. Kaum muslimin rahimakumullah!Memang dalam abad teknologi dan era globalisasi ini umat Islam hendaklah emlakukan langkah-langkah strategis dgn meningkatkan pembinaan sumber daya manusia guna mewujudkan kualitas iman dn takwa serta tidk ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun seiring dgn upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi kita pun harus jeli menentukan pilihan ini. Untuk apakah semua kemajuan itu? Apakah sekadar utk menuruti keinginan-keinginan syahwat lalu tenggelam dalam kemewahan dunia hingga melupakan akhirat dan menjadi pengikut-pengikut setan? Ataukah sebaliknya semua ilmu dan kemajuan itu dicari utk menegakkan syariat Allah guna memakmurkan bumi dan menegakkan keadilan seperti yg dikehendaki Allah serta utk meluruskan kehidupan dgn berlandaskan pada kaidah noral Islam? Itulah pertanyaan dan tantangn bagi kita yg haurs kita jawab dgn pemikiran yg berwawasan jauh ke depan.

Namun terlepas dari problema dan kekhawatiran-kekhawatiran sebagaimana diuraikan di atas kita sebagai umat Islam harus selalu optimis dan tetap bersyukur kepada Allah SWT. Karena sungguhpun perubahan sosial dan tata nilai kehidupan yg dibawa oleh arus modernisasi westernisasi dan sekularisasi terus-menerus menimpa dan menyerang masyarakat Islam tetapi kesadaran umat Islam utk membendung dampak-dampak negatif dari budaya Barat itu ternyata masih cukup tinggi meskipun hanya segolongan kecil umat yaitu mereka yg tetap teguh utk menegakkan nilai-nilai Islam.

 

SISI LAIN SETIAP PERISTIWA

0

Image

 

Sahabat-shabat ku yang senantiasa dalam lindungan Allah SWT, pada postingan blog saya kali ini, saya ingin mengangkat sebagian hikmah dari setiap sebuah peristiwa yang terjadi di sekitar kita yang setiap hari kita alami bersama. Setiap kejadian yang kita alami tidak ada yang seedikitpun sia-sia. Semua peristiwa tersebut pasti mengandung ribuan makna jika kita mau mengamatinya dengan teliti, dengan fikiran yang jernih, dan ketenangan jiwa, sebagian contoh kecil itu mungkin ketika kita mendapat musibah misalnya kecelakaan,atau kehilangan sesuatu pada dasarnya jika kita mau meneliti lebih dalam maka kita akan menemukan sebuah hikmah dari setiap kejadian tersebut.

Kebanyakan dari kita banyak yang menyalahkan akibat perbuatan orang lain namun tanpa disadari padahal diri kitalah yang sebenarnya yang harus bermuhasabah diri. Orang yang cerdas lagi kreatif dapat mengubah kerugian menjadi keuntungan. Sedang orang yang bodoh akan membuat suatu musibah yang menimpa diri menjadi dua musibah, ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga pula.” Rasulullah SAW diusir dari Makkah. Ternyata di Madinah, beliau dapat mendirikan sebuah negeri yang memenuhi lembaran sejarah keberhasilan dan kecemerlangannya. Sebagian contoh daripada keberhasilan para tokoh besar dalam dunia islam adalah Ahmad bin Hambal dipenjara dan dihukum cambuk, setelah itu jadilah ia pemimpin ulama sunnah. Ibnu Taimiyah dipenjara, namun setelah keluar dari tahanannya ia menjadi seorang ulama. Al-Sarkhasi disekap di dasar sumur yang tidak dipakai lagi. Di sanalah ia dapat menulis dua puluh jilid buku dalam ilmu fiqih. Ibnu Atsir menghabiskan masa pensiunnya menulis Kitab Jam’ul Ushul dan An-Nihayah yang keduanya merupakan kitab Hadits yang paling terkenal dan paling bermanfaat. Ibnul Jauzi diasingkan dari Baghdad, ia pun memanfaatkan waktu itu dengan menulis tajwid tentang Qiroat Sab’ah. Malik bin Raib terserang demam yang membawa kepada kematiannya, maka dalam masa sakitnya itu ia menggubah qasidahnya yang indah lagi terkenal di kalangan semua orang, sehingga ketenaran dan keindahannya memadai diwan-diwan para penyair kondang pada masa pemerintahan Khalifah ‘Abbasiyyah. Demikian juga Abu Dzuaib Al-Hudzali (penyair jahiliyyah) ketika kelima anaknya meninggal dunia di Madinah. Ia terus meratapinya dengan menuangkan kesedihannya tersebut dalam suatu qasidah yang membuat dunia mendengarkannya penuh perhatian, banyak orang terperangah kagum akan keindahannya, dan sejarah mengacungkan jempol kepadanya.

Masih banyak lagi contoh inspiratif yang terjadi diberbagai belahan dunia ini jika kita mau mengambil ibrah. Kadangkala, Jika kita terbentur suatu musibah, kita larut dalam musibah tersebut tanpa melihat sisi cerahnya. Ibaratnya, jika kita dapati segelas minuman lemon, bubuhkanlah padanya sesendok gula. Jika kita diserang seekor ular, ambil saja kulitnya yang berharga dan buanglah yang lainnya. Atau jika disengat oleh kalajengking, ketahuilah bahwa racunnya mengandung serum yang ampuh untuk melawan racun ular berbisa. Demikianlah orang cerdas yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan yang keras agar ia dapat mengeluarkan darinya buat kita bunga mawar dan bunga melati yang indah lagi harum. Sebagaimana Firman Allah SWT :

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦)

 

Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Kerajaan Prancis sebelum masa revolusinya yang dahsyat pernah menahan dua orang penyair ulung mereka, salah seorangnya bersifat optimistis, sedang yang lain bersifat pesimistis. Keduanya mengeluarkan kepalanya masing-masing dari jendela penjara. Adapun yang bersifat optimistis, maka ia menatapkan pandangannya ke arah bintang-bintang, lalu tertawa, sedang yang pesimistis memandang ke bawah melihat tanah yang ada di jalan sebelah penjaranya, lalu menangis. Pandanglah sisi lain dari tragedi yang menimpa diri, karena sesungguhnya keburukan yang murni itu tidak ada ujudnya. Bahkan yang ada di sana adalah kebaikan, penghasilan, kemudahan, dan pahala. Tidak selamanya rasa sakit itu tidak berharga, sehingga harus dibenci. Karena kemungkinan rasa sakit itu justru akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri.

Seperti dalam ilmu Ushul FIQIH ada sebuah kaidah pengambilan hukum :

العبره بعموم الفض لابحصوص السباب

Yaitu pengambilan sebuah studi hukum penetapan sesuatu itu di tetapkan berdasarkan ke-umuman nash atau dalil bukan berdasarkan sebab (perbuatan yang menyebabkan timbulnya hukum)

Jadi pengambilan ibrah dalam sebuah masalah itu lebih di utamakan dari pada sebab yang menimpa seseorang dalam setiap kejadian, begitu juga kita dalam bersikap dalam kehidupan sehari-hari kita harus lebih banyak mengambil pelajaran atau ibrah dalam setiap kejadian karena sesungguhnya pelajaran yang paling berharga dan akan selalu kita kenang sepanjang zaman adalah pengalaman, dan seperti kata pepatah “ PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK”, sekian Wassalam,,,wr.wb

KONSEP ATTAWAZZUN DALAM ISLAM

0

Dalam agama islam konsep attawazzun sangat di ketengahkan sebab konsep ini merupakan pelengkap bagi kehidupan seorang muslim, namun sebelumnya perlu kita tahu apa sih itu tawazzun..??.

Akar kata tawazun dari Al Wazn ( الوزن ) Al Waznu ditambah ta’ dan alif menjadi

توازن – يتوازن – توازنا   Tawazun, berasal dari kata tawazana : Seimbang Tawazun’ bermakna memberi sesuatu akan haknya, tanpa ada penambahan dan pengurangan. Kemampuan seorang individu untuk menyeimbangkan kehidupanya dalam berbagai dimensi, sehingga tercipta kondisi yang stabil, sehat, aman dan nyaman. Tawazun sangat urgen dalam kehidupan seorang individu sebagai manusia, sebagai muslim.

 Dengan Tawazun manusia dapat meraih kebahagian hakiki, kebahagiaan bathin/jiwa, dalam Bentuk ketenangan jiwa dan kebahagian lahir/fisik, dalam bentuk kestabilan, ketenangan dalam aktivitas hidup.

  • Tawazun adalah kunci dan tanda kesuksesan seseorang.
  • Tawazun menjaga keseimbangan dalam hidup yang akan menciptakan  keharmonisan.
  • Tawazun merupakan tanda kesyukuran
  • Menjaga seorang da’i untuk tetap istiqomah dalam dakwah.
  • Tawazun merupakan identitas Muslim yang ihsan.
  • Tawazun menempatkan umat lslam menjadi umat pertengahan/ ummatan wasathon

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ ( ١٤٣ )

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa Amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.(Q.S. Al-Baqarah:2:{143} )

Tawazun harus bisa ditegakkan dan dilaksanakan oleh semua orang. Bila seseorang tidak bisa menegakkan tawazun dan sikap tawazun akan melahirkan berbagai masalah. Karena tawazun merupakan “Fitrah Kauniyah” Keseimbangan rantai makanan, tata surya, hujan dan lain sebagainya,  Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan yang sangat teratur bahkan kita tak pernah menyadarinya keteraturan alam ini yang sedmikian rupa bagus nya, subhanallah sseperti firman Allah dalam : ( QS. Ar-rahman 7 )
وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ (٧)

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

Tawazzun juga  berhubungan dengan “Fitrah Insaniyah” berupa tubuh, pendengaran, penglihatan dan hati dan lain sebagainya merupakan bukti yang bisa dirasakan langsung oleh manusia. Saat tidak tawazun, maka tubuh akan sakit. Alquran & Assunnah menuntut kita untuk tawazun seperti firman Allah ( QS. Az-Zumar 30 )

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ (٣٠)

30. Sesungguhnya kamu akan mati dan Sesungguhnya mereka akan mati (pula).

 Kisah antara Abu Darda’ yang tidak tawazun kehidupannya ditegur oleh saudaranya Salman Al Farisi, kemudian mereka mengadu kepada Rasulullah saw. Dan bersabda:

إن لربك عليك حقا ولجسدك عليك حق ولأهلك عليك حقا، فأعط كل ذي حق حقه

 

Islam senantiasa menuntut segala aspek kehidupan kita untuk tawazun Bila sesuatu sudah keluar dari identitas tawazun, maka sudah tidak Islami lagi. Salah satu yang menjadikan Islam agama yang sempurna karena tawazunnya.

Tawazun merupakan keharusan sosial, seseorang yang tidak tawazun kehidupan individu dan kehidupan sosialnya, maka tidak akan baik kehidupan sosialnya. Bahkan interaksi sosialnya akan rusak. Tawazun  antara kehidupan dunia dan akhirat.

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Islam menuntut semua dimensi kehidupan manusia dalam keadaan tawazun. Semua aspek kehidupan manusia ini membutuhkan perawatan dan perhatian. Jadi initinya adalah semua aspek kehidupan manusia ini membutuhkan perawatan dan perhatian. jadi sikap tawazun sangath dianjurkan isalam oleh sebab itu dengan sedikit goresan tangan ini menggugah hati pembaca blog ini sekian wassalam…..

“KETIKA AKU SAKIT”

0

Dikala sore menjelang seperti biasa aku duduk di depan keybord computer tiba-tiba badan terasa berat dan menggigil kedinginan tanda badan akan segera kehilangan nikmat yang diberikan tuhan. Pada saat aku sakit aku merasakan penderitaan, ternyata orang sakit itu bukan hanya mengalami pendiritaan fisik saja akan tetapi mental, kejiwaan, serta ruhani juga ikut terpengaruh.

Karena jika penyakit datang dan kita menjadi sakit maka keadaan diri kita sedang berada dalam musibah atau penderitaan yang tidak menyenangkan. Bermacam-macam rencana atau pekerjaan terbengkalai. Banyak tugas dan kewajiban kita yang tidak dapat kita penuhi, dan bermacam-macam kegembiraan lenyap berganti dengan perasaan sakit dan keluhan. Inilah yang harus kita jaga,supaya jiwa dan ruhani kita yang lemah akan lebih memburuk dari pada keadaan fisik. Buruk tidaknya ruhani kita dapat dilihat dari sikap kita ketika kita sakit.

Menurut Drs. Ahmad Mizan, Mag ada tiga kemungkinan yang akan terjadi setelah kita berusaha berobat ke rumah sakit dan lain sebagainya yaitu: 1. Kita akan sembuh seperti sedia kala 2. Kita  akan sembuh dari sakit tetapi kita akan cacat 3. Kita akan meninggalkan dunia ini  dan kembali menghadap kepadanya.

Kedatangan kita kerumah sakit adalah sarana ikhtiar kita untuk mendapatkan pengobatan dari dokter, begitu juga dokter berikhtiar untuk mengobati kita sedangkan yang memberikan kesembuhan hanya Allah SWT.

Allah maha kuasa menyembuhkan yang sedang sakit, bagaimanapun keadaannya Firman Allah (Q.S. 26:{80} )

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (٨٠)

80.  Dan apabila Aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku,

Jika kita di beri kesembuhan setelah ber ikhtiar dan masih di beri kesempatan sembuh oleh Allah maka kita harus banyak-banyak bersyukur. Sebab allah telah mengembalikan rahmatnya kepada hambanya. Bersyukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah saja akan tetapi seperti kata Muhammad Abduh amakna bersyukur adalah menempatkan sesuatu sesuia dengan fungsinya, sesuai dengan kehendak zat yang menciptakan-Nya.

Dengan demikian bersyukur berarti menunutut kita untuk bersikap bagaimana caranya agar kita dapat memanfaatkan nikmat kesehatan yang telah dikembalikan untuk menghamba dengan sebenar-benarnya. Rasulullah SAW Bersabda:

اغتنم خمسا قبل خمس: شبابك قبل هرمك ، وصحتك قبل سقمك ، وغناءك قبل فقرك ، وفراغك قبل شغلك ، وحياتك قبل موتك

“Rebutlah lima peluang sebelum datangnya lima perkara: Manfaatkanh waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu, manfaatkanlah masa senggangmu sebelum masa sempitmu, manfaatkanlah masa kayamu sebelum masa miskinmu, manfaatkanlah masa hidupmu sebelum datang ajalmu.”

( HR. Al-Hakim,Baihaqi, Ibnu abiddunya, dan Ibnul Mubarrak )

Semakain banyak rahmat Allah yang diberikan kepada kita maka   semakin besar pula hak Allah yang harus kita syukuri. Maka dari itu kita harus banyak bermuhasabah pada diri kita sendiri, karena hakikatnya penyakit adalahcobaan dari Allah yang merupakan peringatan kepada kita terhadap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan pada massa lalu.

Oleh karena itu mari kita mencoba menengok kebelakang membaca kisah-kisah nabi seperti nabi Sulaiman AS yang bersyukur atas karunia Allah yang di berikan kepadanya dan kisah tersebut di abadikan dalam firman Allah  ( Q.S. 27 {19} )

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (١٩)

19. Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.( Q.S. 27 {19} )

Nabi sulaiman adalah sebagian contoh  teladan bagi  kita agar kita termotifasi untuk selalu mensyukuri segala nikmat Allah, yang di berikan kepada kita berupa nikmat sehat jasmani dan rohani,  yang kebanyakan manusia lupa untuk selalu mensyukuri karena tertipu dan terkesima dengan gemerlapnya dunia.

Terkadang sakit itu sembuh seperti sediakala namun ada juga yang sakit akan tetapi tidak sembuh seperti semula atau bisasa disebut cacat, artinya Allah telah sedikit mengurngi nikmat yang diberikan pada kita. Walau demikian yang terjadi akan tetapi yang terjadi merupakan takdir Allah SWT. Kita tidak pernah tahu rahasia yang tersembunyi dibalik semua cobaan Allah yang di berikan kepada kita Allah SWT Memberikan penjelasan Lewat hadis Qudsi :

عجب لامرالمؤمنين إن أمره كله خير وليس ذالك لاحد الاالمؤمنين إن أصا بته سرء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له

“Menakjubkan sekali kehidupan seorang mukmin itu, segala keadaannya menjadi kebajikan baginya tidak ada seperti itu kecuali hanyalah oarang mukmin. Yaitu apabila memperoleh kesenangan ia bersyukur maka dalam hal itu baik baginya. Dan bila ia ditimpa musibah, ia sabar bertahan maka hal itu baik pula baginya. ( HR. Muslim, Baihaqi, dan Ahmad dari Shuhaib Bin Sinan )”

إذابتليت عبدي يحيبيه فصبر عو ضته منهما الجنة

Jika Aku Menguji hambaku dengan misalnya hilanganya penglihatan keduanya mata yang amat dicintainya,kemudian ia bersabar, maka aku akan mengagantinya dengan surga. ( HR. bukhari Muslim dan Ahmad dari Anas Bin Malik )

janganlah kita berfikir akan kesempatan yang telah hilang tetapi fikirkanlah kita bagaiman kita menggunakan kesempatan yang masih ada semaksimal mungkin.sesungguhnya masa depan kita terletak bagaimana cara pandang kita terhadap diri kita sekarang.

seorang muslim harus yakin bahwa kejadian apapun yang menimpa dirinya adalah pasti mengandung unsur kebaikan, sehingga ia tidak terjatuh pada keluh kesah yang tak berujung, Dengan tersenyum ia akan mengatakan kepada dirinya, bahwa Allah tentu mempumyai rencana yang lain yang baik di balik semua ini. Manusia mempunyai rencana dan Allah juga mempunyai rencana dan Allah Maha sebaik-baiknya rencana. Maka dari itu jika kita di berikan ujian berupa sakit hendaknya kita tawakkal dan selalu bersabar memohon ampunan kepada Allah karena hakikatnya orang sakit adalah di hilangkan Dosanya Oleh Allah lewat sakit jika Ia bersabar dan Bertawakkal sekian semoga bermanfaat.